Pemkab Bandung Serahkan Hibah Tanah untuk Lapas Narkotika, Ali Syakieb: Bukti Nyata Dukungan Daerah ke Program Pusat

 


Bandung, 13 Juni 2025 – UpdateJabarNews




Pemerintah Kabupaten Bandung secara resmi menyerahkan hibah tanah dan bangunan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat. Acara yang berlangsung di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, yang mewakili Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna. Penyerahan diterima langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Jabar, Kusnali, A.Md.IP., S.Sos., M.H.


Kedatangan Wakil Bupati disambut hangat dengan nuansa budaya Sunda yang ditampilkan oleh para warga binaan, menunjukkan semangat pembinaan yang positif dan kreatif di dalam lingkungan pemasyarakatan.


Sambutan Kakanwil Ditjenpas Jabar: Terima Kasih atas Dukungan Nyata Pemkab Bandung


Dalam sambutannya, Kusnali menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Bandung atas hibah yang telah diberikan.


> “Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Bandung. Hibah ini bukan sekadar pemberian aset, tetapi bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mendukung sistem pemasyarakatan yang lebih baik,” ujar Kusnali.




Ia menambahkan, dengan telah resminya penyerahan hibah ini, pihaknya akan semakin fokus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung.


> “Fasilitas yang memadai adalah salah satu kunci dalam mendukung pembinaan narapidana agar mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif,” pungkasnya.




Ali Syakieb: Pemkab Bandung Siap Dukung Program Pemerintah Pusat


Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, dalam sambutannya, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung untuk selalu mendukung program-program pemerintah pusat, termasuk di bidang pemasyarakatan.


> “Alhamdulillah, proses hibah ini kini telah tuntas setelah hampir 19 tahun sejak tanah ini digunakan pada 2006. Ini bukti nyata dukungan Pemkab Bandung terhadap program strategis nasional. Apapun yang bersinggungan dengan daerah, akan kami support sepenuhnya,” .




Ia juga menyampaikan bahwa potensi warga binaan yang sedang mengikuti berbagai pelatihan, seperti menjahit, barber, sablon, dan desain grafis, perlu dihubungkan dengan program Pemkab Bandung.


> “Kabupaten Bandung punya program mencetak 50.000 wirausaha baru dan penyaluran tenaga migran ke Jepang. Ini bisa disinergikan agar para warga binaan yang telah bebas dan memiliki keterampilan bisa dilibatkan dalam program tersebut,” tambahnya.




Acara Ditutup dengan Santunan untuk Anak Yatim



Menjelang akhir acara, dilakukan pula pemberian santunan kepada anak-anak yatim-piatu yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Momen ini menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus bentuk implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap kegiatan pemerintahan dan pemasyarakatan.




Santunan diberikan secara langsung oleh para pejabat yang hadir, disertai doa dan harapan agar generasi muda, terutama yang rentan secara sosial, bisa mendapatkan perhatian dan pembinaan yang layak sejak dini.


Pesan Khusus Ali Syakieb Terkait Bahaya Narkoba


Menanggapi pertanyaan awak media, Ali Syakieb juga menyampaikan pesan moral terkait bahaya narkoba, khususnya bagi generasi muda.


> “Saya pernah muda dan pernah berada di lingkungan dunia malam yang kental dengan narkoba. Tapi kembali ke pribadi masing-masing. Narkoba itu merusak segalanya—uang, kesehatan, masa depan. Anak muda harus punya kegiatan positif dan hobi yang jelas,” tegasnya.




Ia mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam memberantas peredaran narkoba di lingkungannya.


> “Kalau tahu ada yang tidak beres, jangan diam. Laporkan. Sekarang penegakan hukum, terutama dari pihak kepolisian, sangat cepat dan responsif. Tapi pemberantasan narkoba harus dari semua lini: pemerintah, aparat, masyarakat, bahkan media,” tutupnya.



-


Penyerahan hibah ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sistem pemasyarakatan yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada pemberdayaan serta kepedulian sosial.

Lebih baru Lebih lama