Reses III DPRD Jabar di Desa Laksana : Tampung Aspirasi Paparkan Program Prioritas




Bandung 23 Juli 2025

 Anggota DPRD Jawa Barat Dapil Kab. Bandung dari Fraksi Nasdem, Dra. Hj. Tia Fitriani, menggelar reses masa sidang III tahun 2024–2025 pada 23 Juli 2025 di Desa Laksana (Dusun Sangkan RW 02 RT 02), Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Dalam kegiatan tersebut hadir pula Kepala Desa Laksana, H. Uu Budiman, serta Kepala Desa Loa (Koswara) dan Mekarwangi (H. Endut Suratman), beserta perangkat desa dan puluhan warga. Reses ini menjadi kesempatan bagi legislator Nasdem tersebut untuk menampung aspirasi warga sekaligus memaparkan program prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.


Program Prioritas Pemerintah Provinsi Jabar


Dra. Hj. Tia Fitriani menekankan beberapa program prioritas provinsi berdasarkan arahan Gubernur Dedi Mulyadi. Di bidang pendidikan, anggaran pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dinaikkan drastis dari Rp 60 miliar menjadi Rp 1,2 triliun. Targetnya, dalam dua tahun ke depan dibangun 3.333 RKB baru serta sejumlah sekolah baru, termasuk pembebasan lahan pendukung. Dengan anggaran yang ditingkatkan, diharapkan akses pendidikan di daerah-daerah terpencil semakin layak.


Pendidikan: anggaran RKB naik dari Rp 60 miliar menjadi Rp 1,2 triliun; ditargetkan dibangun 3.333 ruang kelas baru dalam 2 tahun bersama pembangunan sekolah baru dan pembebasan lahan.


Infrastruktur & Transportasi: anggaran perbaikan jalan provinsi naik dari Rp 600 miliar menjadi Rp 2,4 triliun, dengan target 100% perbaikan jalan tuntas pada 2026. Pemerintah juga mengembangkan sistem transportasi massal terintegrasi, termasuk pembangunan monorel di kawasan Bandung Raya (meliputi Cimahi, Kab. Bandung, Sumedang) dan reaktivasi jalur kereta api lama (era kolonial) untuk menghubungkan wilayah-wilayah sekitar.


Kesehatan: penambahan fasilitas kesehatan dengan membangun rumah sakit baru dan puskesmas pembantu, serta penyediaan 200 unit ambulans baru untuk melayani daerah terpencil. Program ini diharapkan dapat meningkatkan layanan kesehatan di pelosok, terutama untuk evakuasi darurat.


Investasi & Tata Kelola: pelaksanaan Program Operasi Jabar Manunggal untuk mendampingi investor dan memperlancar pembebasan lahan investasi. Program ini sekaligus menertibkan oknum ormas/premanisme yang mengganggu proses investasi dan pembangunan, sehingga iklim investasi lebih kondusif.


Pengelolaan Sampah & Energi Terbarukan: meski belum dipaparkan rinci, pemerintah juga mendorong pengelolaan sampah berbasis energi (waste-to-energy) sebagai upaya pemanfaatan limbah sekaligus menjaga lingkungan.



Penyampaian Aspirasi Masyarakat


Dalam reses ini, warga mengajukan beragam aspirasi, terutama terkait infrastruktur desa, pendidikan, dan rumah tidak layak huni (rutilahu). Tia Fitriani mengimbau agar masyarakat memanfaatkan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) Jawa Barat untuk mengajukan usulan dan program pembangunan. Lewat SIPD, aspirasi dapat dimasukkan secara langsung oleh perorangan atau lembaga, maupun melalui akun desa. “SIPD digunakan Pemprov Jabar untuk menyusun rencana kerja dan anggaran, termasuk usulan aspirasi masyarakat,” sebut keterangan resmi Bappeda Jabar. Dengan demikian, pemerintah provinsi dapat langsung memproses kebutuhan desa sesuai prioritas dan urgensi.


Tindak Lanjut Pemerintah Provinsi


Pada kesempatan wawancara sesudah reses, Dra. Hj. Tia Fitriani menyampaikan antusiasme warga Desa Laksana atas kegiatan tersebut. Ia menekankan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat menindaklanjuti aspirasi yang masuk, seperti perbaikan infrastruktur (TPT dan jalan), pembangunan sekolah, dan perbaikan rumah warga tidak layak huni. Fitriani menegaskan aspirasi yang dikumpulkan akan dikawal agar dapat diimplementasikan. Ia mengutip amanat Gubernur bahwa “desa diurus, kota ditata”, dan berharap Dedi Mulyadi membantu percepatan program rutilahu serta bantuan operasional desa. Kepala Desa Laksana H. Uu Budiman pun mengapresiasi kehadiran Fitriani. Menurutnya, kunjungan ini diharapkan membawa kemajuan dan bantuan bagi masyarakat Desa Laksana.


Secara keseluruhan, Reses III tersebut tidak hanya sebagai ajang serap aspirasi, tetapi juga sosialisasi program strategis Provinsi Jabar. Dengan alokasi anggaran yang lebih besar di sektor pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan investasi, diharapkan kesejahteraan masyarakat Bandung Raya terutama di Desa Laksana dan sekitarnya semakin meningkat.

Lebih baru Lebih lama