Kabupaten Bandung, 5 Maret 2026 — Dalam rangka mendorong percepatan penurunan angka stunting, dilaksanakan Sosialisasi Gerakan Masyarakat (GERMAS) Hidup Sehat bertema Percepatan Penurunan Stunting pada hari Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan berlangsung di Rumah Aspirasi H. Asep Romy Romaya dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat setempat.
Kegiatan ini dihadiri oleh H. Asep Romy Romaya, Anggota Komisi IX DPR RI; Wakil Direktur Poltekkes Bandung; perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Bangkit Wahid Fauzi, SKM; Ketua Bidang Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting, Bapak Kamal Nurdin, SKM, M.Si; serta hadir pula beberapa perwakilan Pemuda Pancasila dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Direktur Poltekkes Bandung membuka dengan sapaan keagamaan dan budaya lokal, “Assalamualaikum warahmatullahi, Sampurasun.” Ia menegaskan kedekatan institusi dengan masyarakat Sunda dan menyampaikan pesan kebersamaan melalui filosofi silih asah, silih asih, silih asuh. Wakil direktur tersebut juga menyampaikan pantun titipan Direktur Poltekkes:
“Ke Bandung membeli batagor, singgah sejenak membeli mangga. GERMAS digalakkan agar tidak kendor, Kabupaten Bandung sehat bersama Bapak Asep Romy Romaya.”
Ia menjelaskan bahwa Direktur berhalangan hadir karena mengikuti kegiatan di Jakarta bersama Dirjen, sehingga menitipkan acara ini kepada Wakil Direktur beserta salam hangat kepada seluruh hadirin. Wakil Direktur juga memaparkan profil Poltekkes Kemenkes Bandung, meliputi empat lokasi di Jawa Barat (Bandung, Cimahi, Karawang, dan Bogor), delapan jurusan kesehatan, 20 program studi dengan 19 program studi terakreditasi unggul, termasuk kelas internasional pada jurusan keperawatan yang bermitra dengan beberapa negara. Ia menambahkan informasi pendaftaran jalur PMDP yang masih terbuka sampai tanggal 6 Maret untuk jalur tanpa tes.
Dalam paparan tersebut, Wakil Direktur menegaskan bahwa GERMAS telah diamanatkan melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 sebagai gerakan nasional yang menekankan upaya promotif dan preventif dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil masyarakat, dengan fokus salah satunya adalah percepatan penurunan stunting. Ia menegaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi dan infeksi berulang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Bangkit Wahid Fauzi, SKM, dalam sambutan singkatnya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan dasar. Ia mengatakan:
“Saya ingin mengajak bapak ibu untuk mengecek kesehatan minimal satu tahun sekali di program CKG. Datang ke puskesmas, bawa NIK, daftar CKG — insyaallah langsung dilayani puskesmas.”
Sementara itu, dalam sambutan singkatnya H. Asep Romy Romaya menyampaikan terima kasih atas kehadiran para narasumber dan tamu undangan. Ia menuturkan:
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang saya hormati Wakil Direktur Poltekkes Kemenkes Bandung, dan saya hormati Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Terima kasih atas kehadiran Anda semua. Saya menghormati tamu undangan lainnya dan akan terus mengajak silaturahmi agar selalu bertemu dengan konstituen saya.”
Materi inti kegiatan disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung yang diwakili oleh Kamal Nurdin, SKM, M.Si. Dalam pemaparannya, Kamal memaparkan strategi percepatan penurunan dan pencegahan stunting yang menitikberatkan pada intervensi gizi untuk ibu hamil dan balita, pemantauan berat dan tinggi badan, pemenuhan gizi seimbang, peningkatan akses air bersih dan sanitasi, serta edukasi pola asuh dan pemberian makanan pendamping yang tepat. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan peran aktif keluarga sebagai ujung tombak penanganan stunting.
Kegiatan diisi dengan sesi tanya jawab, pendaftaran layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga, serta dialog antara penyelenggara dan masyarakat untuk menyamakan langkah dalam upaya pencegahan stunting. Hadir pula unsur organisasi kemasyarakatan sebagai wujud kolaborasi multi-pihak dalam mendorong keberhasilan program.
Sosialisasi ini diharapkan memperkuat kesadaran kolektif dan mendorong aksi nyata di tingkat keluarga dan komunitas sehingga target percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bandung dapat segera tercapai.
