Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Pacet dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dindin Syahidin, Kabag Tapem Gugum Gumilar, Ketua Fraksi PKB DPRD H. Tarya Witarsa, Ketua Fraksi Nasdem Toni Permana, jajaran Forkopimcam, Camat Pacet, Camat Kertasari, serta perwakilan PDAM, BNI, BAZNAS, dan para kepala desa, pengurus KDMP, BUMDes, BPD, hingga pelaku UMKM setempat.
Dalam rapat tersebut, Bupati mendengarkan langsung berbagai kendala dan perkembangan koperasi dari masing-masing pengurus desa.
Gambaran KDMP/KKMP Kecamatan Kertasari
Seluruh 8 desa di Kecamatan Kertasari telah operasional (100%), di antaranya:
Cibeureum, Resmi Tinggal, Sukapura, Tarumajaya, Cihawuk, Cikembang, Neglawangi, dan Santosa.
Gambaran KDMP/KKMP Kecamatan Pacet
Dari 13 desa, sebanyak 9 desa (69%) telah operasional dan 4 desa (31%) masih tahap persiapan, yaitu Sukarame, Cipejeuh, Cikitu, dan Cinanggela.
Bupati mendorong desa yang belum aktif agar segera menyiapkan aset desa yang idle untuk menunjang operasional koperasi.
Ia menegaskan bahwa sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan KDMP, biaya akta notaris koperasi ditanggung APBD Kabupaten Bandung.
Transformasi Digital & Grand Design Gerai Digital KDMP
Dalam rapat tersebut, Beberapa poin utama disepakati, di antaranya:
1. Gerai digital tidak boleh menjadi pesaing warung lokal, tetapi justru meningkatkan usaha lokal.
2. Pelayanan anggota melalui platform digital & pemesanan via barcode.
3. Peningkatan kesejahteraan anggota, pengurus, dan pengawas koperasi.
4. Kontribusi ekonomi nyata bagi negara dan desa.
5. Penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi rakyat.
Setiap rumah nantinya akan memiliki QR code untuk memesan kebutuhan melalui koperasi. Sistem ini akan diuji coba di desa yang sudah operasional.
Peran KDMP dalam Program SPPG (Makan Bergizi Gratis)
Gerai Koperasi Merah Putih disiapkan untuk menjadi salah satu penyuplai bahan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (SPPG) Kabupaten Bandung tahun 2025.
Komoditas yang disediakan antara lain: beras, ayam, daging, ikan segar, telur, tahu, tempe, sayuran, buah-buahan, susu, dan bahan pangan lainnya.
Program ini menargetkan 1.263.000 penerima manfaat dengan total anggaran Rp 5,4 triliun. Hingga kini, 35 SPPG telah terbentuk, 22 sudah beroperasi, dan 13 masih dalam proses.
KDMP diharapkan menjadi pilar penting dalam menjaga pasokan dan stabilitas harga bahan pangan di tingkat lokal.
Sambutan Bupati Bandung:
> “Koperasi Merah Putih lahir untuk meningkatkan dan menumbuhkan ekonomi rakyat. Pemerintah daerah mendukung penuh — legalitas sudah difasilitasi, tinggal aksi dan penguatan gerai,” ujar Bupati.
“KDMP harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Meskipun TKD kita dipangkas hampir Rp1 triliun, kita tetap berkomitmen. Tahun 2026, Pemkab Bandung menyiapkan Rp10 miliar bagi 100 koperasi aktif, masing-masing minimal Rp100 juta.”
Bupati menegaskan bahwa KDMP merupakan bagian dari program strategis nasional (Asta Cita Presiden) untuk memperkuat ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Emas 2045.
Rapat koordinasi dan kunjungan kerja ini menandai komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bandung bersama seluruh elemen — legislatif, perbankan, BUMDes, dan masyarakat — untuk membangun koperasi desa yang modern, inklusif, dan berbasis digital sebagai motor penggerak ekonomi rakyat di tingkat desa.

