HJ. Renie Rahayu Fauzi Gelar Reses Perdana di Desa Cibodas, Tampung Aspirasi Warga Infrastruktur Jadi Prioritas


GOR Kantor Desa Cibodas, Kecamatan Solokan Jeruk — Jumat, 7 November 2025


GOR kantor Desa Cibodas, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat — HJ. Renie Rahayu Fauzi, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PKB Dapil 5, menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2025 pada Jumat (7/11/2025). Kegiatan yang dilaksanakan di GOR kantor desa tersebut dihadiri oleh Camat Solokan Jeruk, Kepala Desa Cibodas, Danramil, Kapolsek Solokan Jeruk, ketua dan anggota RT/RW, kader desa, serta tamu undangan lainnya.


Dalam sambutannya, HJ. Renie menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Desa Cibodas yang mendukungnya hingga dilantik menjadi Ketua DPRD. “Alhamdulillah saya dipercaya menjadi ketua DPRD pada bulan September 2024 — berarti sudah Satu tahun. Ini merupakan reses pertama lagi setelah saya dilantik pada bulan Agustus 2025. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Cibodas; tanpa bantuan desa Cibodas mungkin saya tidak bisa dilantik kemarin,” ujar Renie.


Renie menjelaskan makna reses sebagai masa “istirahat” anggota dewan dari masa sidang untuk turun ke dapil, bertemu konstituen, dan menyerap aspirasi. “Reses itu adalah istirahatnya anggota dewan dari masa sidang untuk menemui konstituennya di dapil masing-masing. Kita turun ke dapil untuk menyerap aspirasi dan mendatangkan RT/RW hanya ingin menyamakan persepsi — hayu kita bangun Desa Cibodas bareng-bareng,” katanya.


Dalam kesempatan itu, anggota dewan ini menegaskan peran dan pengaruhnya dalam proses alokasi anggaran: “Jadi anggaran kecamatan sama desa tidak akan turun jika tidak disetujui oleh saya,” ujar Renie, menggarisbawahi pentingnya komunikasi dan koordinasi antara pemerintahan desa, kecamatan, dan perwakilan di DPRD.


Pada sesi wawancara, Renie menegaskan targetnya yaitu menjaga komunikasi yang baik dengan para RT, RW, BPD, LPMD, serta kader ibu-ibu di Desa Cibodas. Ia berharap aspirasi warga—khususnya terkait perbaikan jalan, dan rumah tidak layak huni (rutilahu)—bisa menjadi prioritas pembahasan bersama dinas terkait. “Target saya bagaimana kita bisa bersama-sama menjaga komunikasi yang baik agar permasalahan yang ada di Desa Cibodas, seperti jalan yang sampai sekarang masih jelek dan kebutuhan masyarakat dan rutilahu, ini bisa direalisasikan. Insyaallah nanti akan kami bahas bersama Dinas PUTR supaya prioritas wilayah Desa Cibodas ini bisa segera dilaksanakan,” kata Renie.


Renie juga membuka diri untuk pertemuan rutin: ia menyarankan minimal pertemuan komunikasi sebulan sekali antara dirinya dengan RT/RW, dan menegaskan pintu rumahnya terbuka untuk dialog karena ia adalah warga setempat yang ingin melihat desanya tertata dengan baik.


Acara reses dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi secara tertulis; seluruh peserta menuliskan aspirasi pada satu lembar kertas, kemudian beberapa peserta diberi kesempatan bertanya langsung pada sesi tanya jawab. Aspirasi yang dominan berkaitan dengan perbaikan infrastuktur jalan, serta program perbaikan rumah tidak layak huni.


Penutup — Kegiatan reses ini menjadi konsolidasi antara perwakilan rakyat dengan warga desa Cibodas untuk menetapkan prioritas pembangunan. 

Lebih baru Lebih lama