Survei Lapangan Gabungan di PT Widaka Indonesia Berlangsung Dinamis — Satu Mesin Crusher Disegel Garis PPLH

Kel. Jelekong, Kec. Baleendah, Kab. Bandung — Kamis, 4 Desember 2025

Survei lapangan gabungan ke area pertambangan PT Widaka Indonesia pada Kamis, 4 Desember 2025, berlangsung dinamis dan sempat memanas saat sejumlah ibu-ibu mendatangi lokasi untuk menyampaikan aspirasi terkait dampak aktivitas tambang. Meski suasana sempat tegang, kondisi kembali kondusif setelah tim gabungan menegaskan komitmen bekerja secara transparan dan akuntabel.

Untuk keselamatan warga — termasuk anak-anak yang turut hadir — tim gabungan mengarahkan masyarakat ke titik aman karena pada hari itu dilaksanakan pengamatan terhadap peledakan (blasting basah) yang menjadi fokus penilaian tim.

Tim Gabungan Amati Blasting Basah dan Periksa Mesin Crusher

 tim gabungan menyaksikan proses blasting basah di lokasi. Setelah itu, tim melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas produksi, termasuk dua unit Mobile Crushing Station yang beroperasi di area tersebut.

Temuan lapangan menunjukkan kedua unit Mobile Crushing Station tersebut menjadi sumber dominan produksi debu. Berdasarkan keluhan warga, debu inilah yang diduga berkontribusi pada gangguan pernapasan (ISPA) yang dialami sebagian warga. Sebagai langkah penegakan sementara, satu unit Mobile Crushing Station disegel dengan pemasangan Garis PPLH (Pengawas Perlindungan Lingkungan Hidup) dan dinyatakan tidak boleh beroperasi sampai ada tindak lanjut lebih lanjut.

Tim gabungan juga memeriksa area reboisasi dan gudang B3 sebagai bagian dari penilaian menyeluruh terhadap tata kelola lingkungan di lokasi pertambangan.

Perusahaan Diminta Menyerahkan Dokumen — Manajemen Siap Kooperatif

Untuk kepentingan analisis lanjutan, tim gabungan meminta dokumen yang dibutuhkan untuk penyesuaian dengan hasil survei langsung di lapangan. Dokumen tersebut diperlukan sebagai dasar penelaahan dan tindak lanjut terkait temuan yang ditemukan pada pemeriksaan hari ini.

Pimpinan PT Widaka Indonesia, Bapak Azhar, menyatakan kesiapan pihak perusahaan untuk memenuhi permintaan dokumen tersebut.

> “Kami akan menyerahkan dokumen yang dibutuhkan dan menyesuaikannya dengan hasil survei di lapangan. Terima kasih kepada tim gabungan yang telah melakukan pemeriksaan langsung,” ujar Azhar.

Langkah Lanjutan dan Keterangan Penutup

Hingga rilis ini diterbitkan, jadwal survei langsung ke rumah warga yang mengklaim terdampak — termasuk laporan retak bangunan dan kasus ISPA — belum ditetapkan. Tim gabungan menyampaikan bahwa peninjauan ke warga akan dilakukan setelah analisis awal dokumen dari PT Widaka Indonesia selesai dan seluruh temuan lapangan ditelaah.


Seluruh hasil pemeriksaan hari ini dan dokumen yang diterima akan dirangkum menjadi laporan resmi yang akan disampaikan kepada pimpinan PT Widaka Indonesia, Bapak Azhar, sebagai dasar rekomendasi dan langkah tindak lanjut berikutnya.

Lebih baru Lebih lama